Posted by: kkpitriska | March 5, 2013

Pengenalan TCP/IP

Pengenalan  TCP/IP

Model Referensi DoD (Departement of Defense)

Model referensi klasik (OS) (Open System interconnection) mempunyai 7 lapisan (layer) dan merupakan referensi yang sangat lengkap dan sempurna serta mencakup semua tentang sistem jaringan. Disini pembahasan difokuskan pada referensi model DoD yang merupakan cikal bakal dari TCP/IP. Model DoD membagi jaringan dalam 4 layer. Tabel berikut akan memperlihatkan perbedaan antara model DoD dan OSI.

Model DoD

Model OSI

Layanan/Protocol

Process/Aplication Aplication Presentation Session Telnet, FTP, SMTP, HTTP, DNS, TFTP, SNMP, dll
Transport/Logical Protocol Transport UDP, TCP
Internet Physical Protocol Network IP, ICMP, ARP, BootP
Network Access/Physical Layer Data Link Physical Ethernet, Token Ring, FDDI, Slip, PPP, x25

Network Access/Physical Layer

Bertanggung jawab mengirim dan menerima data ke dan dari media fisik. Media fisiknya dapat berupa kabel, Serat Optik, Gelombang Radio (Wireless). Protokol pada layer ini harus mampu menerjemahkan sinyal listrik menjadi data digital yang dimengerti komputer.

Internet/Physical Protocol

Protokol yang perada pada layer ini bertanggung jawab dalam proses pengiriman paket (data) ke alamat yang tepat dan tanpa kerusakan.

Transport/Logical Protocol

Protokol ini bertangung jawab untuk mengadakan komunikasi (hubungan) antara dua host (komputer).

Process/Aplication Layer

Pada layer ini terletak semua aplikasi yang mengunakan protokol TCP/IP.

TCP dan UDP

TCP/IP adalah standar umum yang dipakai untuk menghubungkan antar peralatan jaringan dan juga

merupakan dasar dan komunikasi data, Data biasanya dipecah menjadi beberapa bagian atau paket, paket data dipecah dalam jumlah yang sesuai dengan besaran paket, kemudian dikirim satu persatu hingga selesai. Setiap paket menyertakan Nomor seri/urut (squence number) Dan pada remote komputer (penerima) mengurutkan kembali paket-paket tersebut untuk kemudian mengirimkan sinyal ACK, pengiriman paket dianggap gagal dan harus diulang kembali.

Ada 2 jenis mekanisme transport yang paling populer digunakan dalarn Internet yaitu TCP (Transmission control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP).

Lalu, bagaimana komputer penerima mengetahui paket yang dikirim untuk program aplikasi apa? Di antara paket IP selalu berisi potongan informasi di dalam header yang disebut tipe field. Tipe field inilah yang menginformasikan komputer penerima, jens data, TCP, atau UDP yang dikirim. Komputer penerima melakukan pengecekan pada header tersebut, apakah data yang dikirim TCP atau UDP dan port mana yang digunakan untuk kemudian menentukan program aplikasi mana yang akan memproses data tersebut.

TCP berfungsi untuk mengubah suatu blok data yang besar menjadi segmen-segmen yang dinomori dan disusun secara berurutan agar penerima dapat menyusun kembali segmen-segmen tersebut seperti waktu pengiriman. TCP adalah jenis protokol yang Connection Oriented. Sementara, UDP adalah jenis protokol yang connectionless. UDP bergantung pada lapisan atas untuk mengontrol kebutuhan data. oleh karena penggunaan bandwidth yang efektif, UDP banyak digunakan untuk aplikasi-aplikasi yang tidak peka terhadap ganguan jaringan seperti SNMP, TFTP dan lain sebagainya.

Network Ports

Port adalah “Pintu Masuk` datagram dan paket data. Port yang ada pada komputer sangat banyak sekali mulai dari 0 sampai port 65536. Port 0 sampai 1024 disediakan untuk layanan yang standar, seperti FTP, Telnet, SSH, Mail, Web dan masih banyak lagi. Port-port ini disebut juga sebagai well know port.

Ketika sebuah paket (TCP atau UDP) datang pada sistem, paket ini meminta dikirimkan ke ports yang sudah ditenlukan. Suatu port melayani service (program aplikasi) yang berbeda dengan port yang lain. Service email server bisa diselaut SMTP (Simple Mail Transport Protocol) berjalan pada port 25. Jika sebuah koneksi TCP meminta jawaban untuk port 25, maka dapat dikatakan koneksi tersebut untuk mailserver. Port mengijinkan banyak koneksi di antara banyak mesin (host).

Contoh port yang di pakai TCP dan UDP TCP Port UDP Port

No Port

Aplikasi

No Port

Aplikasi

20, 21 FTP 15 Netstat, (Network Status)
23 Telnet 53 DNS
22 SSH 69 TFTP
25 SMPT 137 Netbios Name Service
80 HTTP (web) 161 SNMP

IP Address

IP (Internet Protocol) address (alamat IP) adalah suatu identitas yang unik dari suatu node atau host dalam suatu jaringan. Format alamat dari IP adalah W.X.Y.Z. Masing-masing huruf tersebut terdirti dari 8 bit sehingga kalau ditampilkan dalam desimal berupa angka dari 0 – 255 (dikenal sebagai bilangan octets) dan dipisahkan oleh notasi titik (dot).

contoh: 192.168.1.1

IP Address : 192 .168 .1 .1

dalam binari: 11000000 11001000 00000001 00000001

Aturan penggunaan IP adalah tidak diperbolehkan penggunaan semua nilai 0 atau 1 dalam bentuk binari

untuk Network ID maupun Host ID. Angka 255 dalam desimal sama dengan 11111111 dalam binari (angka 1 semua) dan angka 0 dalam desimal sama dengan 00000000 (angka 0 semua) dalam binari. Kelas dari address dan subnet mask, yang memisahkan antara bagian dari network id dan bagian yang menjadi host id. Sebuah alamat IP adalah bilangan binari 32 bit. Mengapa 32 bit? 32 bit diambil clari 4 * 8 bit (yang mewakili 1 huruf pada format IP di atas).

Kelas Dalam IP Address

Ada 5 kelas IP Address yang berbeda. Kita dapat menyebutkan IP ini termasuk dalam kelas yang mana dengan cara melihat pada 4 bit pertama dari IP address yang kita akan cari kelasnya. Aturan untuk kelas A nilai binari-nya selalu di mulai dengan 0, kelas B dimulai dari 10, kelas C 110, kelas D 1110, dan kelas E 1111. Kelas A address dimulai dengan OXXX

Kelas

Biner (binary)

Desimal

A

0XXX

1 sampai 126 desimal

B

10XX

128 sampai 191 desimal

C

110X

192 sampai 223 desimal

D

1110

224 sampai 239 desimal

E

1111

240 sampai 254 desimal

Kelas B address dimulai dari I OXX

Kelas C address climulai dari 1 10X

Kelas D address dimulai dan 1110

Kelas E address diisi dengan 1111

Network, Host dan Subnet

IP address dibagi lagi ke dalam 2 bagian yaitu Network ID dan Host ID. Network ID bertugas membedakan antara network (jaringan), dan Host ID memiliki tugas membedakan antara host (node) atau komputer.

Agar komputer dapat saling berhubungan, computer-komputer tersebut harus memiliki Network ID yang sama namun masing-masing harus mempunyai Host ID yang berbeda. Jika 2 komputer atau lebih mempuryai perbedaan pada Network ID, berarti komputer-komputer tersebut tidak berada pada satu jaringan dan tidak dapat berhubungan secara lansung (kecuali melalui router). Subnet merupakan suatu metode untuk memperbanyak network ID yang berasal dari satu Network ID. Caranya yaitu sebagian host ID dikorbankan untuk digunakan dalam membuat network ID tambahan.

Default dari subnet mask kelas-kelas IP adalah:

Kelas A :

255.0.0.0

11111111.00000000.00000000.00000000

Kelas B :

255.255.0.0

11111111.11111111.00000000.00000000

Kelas C :

255.255.255.0

11111111.11111111.11111111.00000000

Lebih jauh mengenai teori network ID, host dan subnet dan segala perhitungannya dapat Anda pelajari melalui buku-buku tentang jaringan, TCP/IP, maupun browsing melalui Internet.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: