Posted by: kkpitriska | March 1, 2013

Wireless LAN dan Topologi Jaringan

Wireless LAN dan Topologi Jaringan

Prinsip dasar pada jaringan Wireless LAN (WLAN) pada dasarnya sama saja dengan jaringan yang menggunakan ethernet card, perbedaan yang utama adalah pada media transmisinya, yaitu melalui udara dengan memanfaatkan gelombang radio. Sedangkan pada jaringan ethernet card menggunakan media transmisi melalui kabel.

Access Point (AP) pada WLAN berfungsi mirip seperti sebuah hub atau switch. Tanpa menggunakan access point, peralatan wireless (komputer yang mempunyai wireless adapter) hanya dapat berkomunikasi secara point to point (2 komputer atau lebih). Dalam jaringan yang menggunakan kabel, tipe point to point ini mirip dengan sistem jaringan kabel tanpa hub atau yang biasa disebut cross link.

Secara sederhana, dalam sebuah sistem WLAN, access point akan mengeluarkan sinyal (code) SSID (Service Set Identification) dalam radius tertentu. Sementara, agar semua komputer yang masih dalam jangkauan access point dapat terhubung di dalam jaringan wireless tersebut, masing masing komputer yang memilki perangkat wireless harus mengisi SSID yang sama sepeti yang dikeluarkan oleh access point tersebut. Dengan begitu masing-masing komputer maupun perangkat akan terhubung dalam suatu jaringan berbasis wireless.

Selanjutnya, tidak hanya SSID yang wajib diisi oleh masing-masing perangkat. Untuk mencapai keamanan yang lebih tinggi, semua perangkat wireless sekarang ini juga dilengkapi dengan fitur keamanan yang harus diisi agar dapat terkoneksi dengan access point seperti MAC address (Medium Access Control), WEP (Wired Equivalent Privacy), dan lain-lain. Tujuan dari pemberian fitur-fitur lambahan ini agar seleksi koneksi dapat dibatasi sehingga tidak semua orang tidak dengan mudahnya masuk ke dalam jaringan.

wlan

Topologi Jaringan

Topologi jaringan merupakan gambaran bagaimana satu komputer dengan komputer lainnya terhubung satu sama lain. Pada jaringan modern, topologi yang banyak di pakai antara lain:

  • Topologi Bus

Dengan topologi ini komputer dihubungkan secara berantai (daisy -chain). Pada topologi ini suatu kabel digunakan sebagai perangkat koneksi. Umumnya berupa kabel tunggal jenis koaksial. Ujung-ujung dari kabel koaksial ini harus ditutup dengan tahanan (termination resistor) untuk menghindari pantulan yang dapat menimbulkan ganguan yang menyebabkan kemacetan jaringan.

Ujung kabel yang terhubung ke komputer mengunakan konektor BNC. Sementara pada setiap network adapter (LAN Card) di pasang konektor BNC tipe T yang bercabang. Kabel koaksial tersebut kemudian dihubungkan satu dengan yang lainnya dengan menggunakan konektor ini.

Topologi ini mudah dipasang dan murah. Namun bila terjadi sesuatu terhadap salah satu komputer, maka komputer lainnya kemungkinan akan terganggu. Kecepatan yang bisa dicapai pun sangat terbatas yaitu hanya 10 Mbps (Megabit per second).

  • busTopologi Bintang (Star)

Topologi Star menggunakan sebuah hub/switch. Semua komputer dihubungkan ke Hub/Switch tersebut. Dalam sebuah jaringan, Hub/Switch ini berfungsi untuk menerima sinyal-sinyal dan komputer dan meneruskannya ke semua

star

komputer yang berhubungan dengan hub/switch tersebut. Jaringan dengan menggunakan topologi ini lebih mahal dan cukup sulit pemasangannya. Namun, lantaran setiap komputer mempunyai kabel sendiri-sendiri, mencari kesalahan pada jaringan akan jauh lebih mudah dibanding tipe bus. Pada tipe ini kabel yang digunakan biasanya dari tipe UTP CAT-S (category 5).

  • Topologi Star-Bus (Tree)

Topologi Star-Bus adalah topologi gabungan antara star dan bus. Topologi ini yang paling banyak dipakai pada jaringan kantor atau jaringan yang sifatnya yang lebih besar dengan banyak komputer. Komputer-komputer dihubungkan ke hub/switch sementara hub/switch tersebut kemudian dihubungkan dengan hub/switch yang lainnya.

tree

  • Topologi Ring (cincin)

Topologi ini mirip topologi bus. Hanya saia, ujung-ujungnya saling berhubungan sehingga seakan-akan membentuk sebuah lingkaran. Topologi ring ini di perkenalkan oleh IBM untuk mendukung protokol token ring yang diciptakan IBM.

ring

  • Topologi Mesh

Jaringan dengan topologi mesh mempunyai jalur ganda pada setialp peralatan yang ada di dalam jaringan komputer. Semakin banyak komputer yang terhubung semakin sulit untuk pemasangan kabelnya. Oleh karena itu, jaringan mesh yang murni, di mana setialp peralatan dihubungkan satu dengan yang lain, jarang digunakan karena topologi jaringannya yang relatif sulit. Umumnya, yang biasa dipakai adalah membuat jalur ganda (backup) untuk hubungan-hubungan utama sebagai jalur cadangan jika terjadi kesulitan di jalur utama.

mesh

Dengan Memakai access point jaringan nirkabel pun dapat dihubungkan dengan jaringan yang mengunakan kabel. Untulk koneksinya yang menggunakan gelombang radio, standar protokol yang digunakan pada perangkat berbasis wireless adalah IEFE 802.11x. Untuk lebih lengkapnya berikut ini beberapa protocol pada WLAN

802.11 b

Digunakan mulai akhir tahun 1999 dengan menggunakan frekuensi 2,4GHz. Maksimum bandwidth yang bisa dicapai adalah 11 Mbps (Megabitper second). Pada koneksi ini, modulasi sinyal yang di gunakan adalah DSSS (Direct Sequence Spread Spectrum). Kanal yang tidak overlapping (saling bertindih satu sama lain) berjumlah 3. (kanal 1, kanal 6, dan kanal 11). Protokol ini kompatibel dengan tipe 802.11 g jika tipe 802.11 g beroperasi pada mode mixed.

802.11 a

Digunakan mulai akhir tahun 2001 dengan menggunakan frekuensi 5GHz. Maksimum bandwidth yang bisa dicapai sebesar 54Mbps sementara modulasi sinyal yang digunakan adalah OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). Pada protokol ini, kanal yang tidak tumpang tindih/overlapping berjumlah 12 (bisa lebih). Protokol ini tidak kompatibel dengan tipe b maupun g.

802.119

Digunakan pada pertengahan tahun 2003 dengan menggunakan frekuensi 2, 4GHz. Maksimum bandwidth yang bisa dicapai sebesar 54Mbps sementara modulasi sinyal yang digunakan adalah OFDM. Kanal yang tidak overlapping berjumlah 3 buah. Protokol ini kompatibel dengan tipe b namun hasilnya mengikuti tipe b.

802.11a/g

Tipe protokol ini mulai diperkenalkan pada pertengahan tahun 2003 dengan menggunakan frekuensi 2,4GHz dan SGHz. Maksimum bandwidth yang bisa dicapai adalah 54Mbs sementara modulasi sinyal yang di gunakan adalah tipe OFDM. Kanal yang tidak overlapping berjumlah 16 buah. Bila beroperasi pada modus a, protokol ini tidak kompatibel dengan tipe b dan g. Sementara, biia beroperasi pada modus g, koneksinya akan kompatibel dengan tipe b. Di samping itu, ada juga standar tipe 802.11e yang mempunyai kelebihan pada sistem keamanannya dan tipe 802.11 n yang bisa mencapai kecepatan 100-320Mbps. Jarak yang bisa di capai dengan WLAN bisanya bisa sampai puluhan meter (indoor) dan sampai ratusan meter atau beberapa kilometer (outdoor),  tergantung               dari        jenis, merek, daya, penquat, dan antena yang digunakan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: